Selasa, 18 Agustus 2015

Permasalahan Perekonomian Indonesia bagian Timur


 Nama   : Rizka Johana Indrayanti
Fakultas : Ekonomi
Prodi     : Pendidikan Ekonomi 


Saat ini Indonesia timur  mempunyai masalah perekonomian yang kurang diperhatikan oleh pemerintah.Pembangunan Indonesia bagian timur seharusnya perlu dikembangkan agar bisa sebanding dengan wilayah Indonesia bagian barat. Perlu langkah konkret pemerintah untuk mempercepat pertumbuhan Indonesia timur.
Galangan kapal di Indonesia Timur sangat minim, seharusnya pemerintah memberikan insentif pajak agar dapat menarik minat investor untuk membangun galangan kapal. Karena secara geografis, moda transportasi di kawasan timur di Indonesia di dominasi oleh transportasi laut.

Pelaku usaha di daerah timur Indonesia rata-rata kesulitan memperoleh akses pembiayaan untuk pengembangan bisnis. Karena itu, pelaku UMKM seharusnya bisa dikembangkan melalui dukungan pelatihan dan pembiayaan dari pemerintah.
Pendidikan di Indonesia Timur seharusnya bisa dinikmati secara layak oleh siswa-siswi disana, seperti halnya di Jakarta. Kapankah anak Indonesia Timur menikmati pendidikan seperti halnya anak Indonesia di bagian Barat baik dalam hal sarana prasarana ataupun guru yang layak? Itu semua tergantung dari apa saja yang dilakukan pemerintah ke depannya.

Pembangunan bidang kesehatan juga menjadi prioritas di kawasan Indonesia timur karena kondisi disana masih sangat mini. Penyediaan fasilitas kesehatan yang kurang memadai harusnya menjadi perhatian dari pemerintah pusat dan juga membutuhkan peran dari pemerintah daerah.

Kekayaan alam Indonesia Timur juga banyak dikeruk asing. Hal yang harus dilakukan pemerintah adalah dengan menaikkan pajak kepada pihak asing, agar mereka berhenti melakukan pertambangan dan kita bisa membeli kembali tanah yang seharusnya milik negara kita.

Rendahnya kualitas dan kapasitas sumber daya manusia adalah permasalahan utama di kawasan Indonesia Timur. Seharusnya untuk meningkatkan hal itu, diperlukan langkah-langkah strategis yaitu diadakan pelatihan yang bernuansa kemandirian guna meningkatkan kreativitas dan produktivitas masyarakat Indonesia Timur serta mampu memecahkan permasalahan yang berkembang di daerahnya.

Indonesia timur perlu reorientasi pembangunan industri yang bahan bakunya berasal dari kawasan Indonesia Timur, sebagiannya dapat diproduksi di daerah itu juga, sehingga diharapkan dapat menyerap tenaga kerja Indonesia Timur dan meningkatkan efisiensi modal produksi.
Pemerintah harus mengadakan upaya atau program terpadu yang mengkaitkan antara potensi yang dimiliki daerah dengan para investor dan pencari kerja.
Upaya yang paling penting adalah mengubah dan menyesuaikan sikap mental tenaga kerja di Indonesia Timur agar mempunyai keterampilan dan etos kerja yang tinggi, profesional, yang pada saatnya mereka mampu bersaing secara global.
Sering terjadi lepasnya perhatian pemerintah pada potensi alam yang dimiliki kawasan Indonesia Timur, karena fokus pengembangan bertumpu pada wilayah Jawa dan sekitarnya yang merupakan pusat aktivitas bisnis.

Potensi wisata alam Indonesia timur sangat bagus dan indah, karena itu perlu pembenahan infrastruktur dan promosi yang terus menerus dalam hal meningkatkan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Indonesia Timur cukup mendukung untuk menjadi pilihan wisata selain kawasan barat Indonesia. Jika terjadi letusan gunung berapi di kawasan Indonesia bagian barat,  wisata di sekitar daerah Jawa akan terhambat, tapi Indonesia bagian timur masih bisa membantu devisa negara atas potensi alam yang dimilikinya. Sehingga perlu perhatian pemerintah untuk meningkatkan pemerataan pembangunan. 

Pemerintah seharusnya menerbitkan peraturan pemerintah yang mendorong investor baru bergeser ke Indonesia timur, sehingga tercipta pemerataan industri di wilayah Indonesia dan investor tidak akan memilih pulau Jawa dan sekitarnya sebagai tujuan investasinya.


Pada era otonomi dan dalam menghadapi era perdagangan bebas nanti, IBT harus menerapkan suatu strategi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan yang mendorong pemanfaatan sebaik-baiknya semua keunggulan–keunggulan yang dimiliki kawasan tersebut tanpa eksploitasi yang berlebihan yang dapat merusak lingkungan. Dalam new development paradigm ini, ada sejumlah langkah yang harus dilakukan, diantaranya sebagai berikut.:
1.    Kualitas sumber daya manusia harus ditingkatkan secara merata di seluruh daerah  di IBT. Peningkatan kualitas sumber daya manusia harus merupakan prioritas utama dalam kebijakan pembangunanekonomi dan sosial di IBT. Untuk maksud ini, kebijakan pendidikan, baik pada tingkat nasional maupun daerah, harus diarahkan pada penciptaan sumber daya manusia berkualitas tinggi sesuai kebutuhan setiap kawasan di Indonesia. IBT harus memiliki ahli-ahli khususnya dibidang kelautan, perhutanan, peternakan, pertambangan, industri, pertanian,dan perdagangan global.
2.    Pembangunan sarana infrastuktur juga harus merupakan prioritas utama, termasuk pembangunan sentra-sentra industri dan pelabuhan-pelabuhan laut dan udara di wilayah-wilayah IBT yang berdasarkan nilai ekonomi memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi entreport.
3.    Kegiatan-kegiatan ekonomi yang memiliki keunggulan komparatif berdasarkan kekayaan sumber daya alam yang ada harus dikembangkan seoptimal mungkin, di antaranya adalah sektor pertanian dan sektor industri manufaktur. Setiap daerah/provinsi IBT harus berspesialisasi dalam suatu kegiatan ekonomi yang sepenuhnya didasarkan pada keunggulan komparatif yang dimiliki oleh masing-masing daerah atau provinsi.
4.    Pembangunan ekonomi di IBT harus dimonitori oleh industrialisasi yang dilandasi oleh keterkaitan produksi yang kuat antara industri manufaktur dan sektor-sektor primer, yakni pertanian dan pertambangan.
Menurut saya peran pemerintah sudah sangat aktif buktinya saja mereka sudah melaksanakan proyek Masterplan Percepatan Perluasan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Dalam MP3EI yang telah dilaunching pada 27 Mei 2011, yang menjadi kata kuncinya adalah konektivitas. Ini berarti sektor utama yang terlibat di dalamnya adalah sektor kelautan, terutama untuk navigasi di wilayah Indonesia bagian Timur. Perspektif baru pengembangan ekonomi ini melalui penetapan pintu gerbang laut dan udara dan integitas konektivitas wilayah Timur Indonesia. Hal tersebut diharapkan dapat mendorong perluasan ekonomi dan mengurangi beban/daya tarik Pulau Jawa. MP3EI membagi pembangunan Indonesia melalui 6 koridor ekonomi: Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali-Nusa Tenggara, serta Papua-Maluku. MP3EI berupaya membangun pusatpusat pertumbuhan di setiap koridor, konektivitas antar  koridor  ekonomi,  konektivitas  internasional,  konektivitas  intra  dan  antarpusat  pertumbuhan,  serta mempercepat  peningkatan  kemampuan  Sumber  Daya  Manusia  (SDM)  dan  Ilmu  Pengetahuan  dan Teknologi (IPTEK). Strategi MP3EI  adalah integrasi antara sektoral dan regional, serta Integrasi tataran Makro dan Meso yaitu berupa Regulasi, Insentif Perpajakan, Sistem Logistik, Hilirisasi Industri, Perencanaan Energi dan Infrastruktur, pengembangan kualitas pendidikan/SDM, kemampuan teknologi, dan lain-lain. MP3EI juga tidak selalu berlandaskan pada isu yang dihadapi, tetapi juga sasaran yang hendak dicapai (bermula dari akhir). 

Pengoptimalan sumber daya alam yang ada di wilayah Timur juga bisa diatasi dengan mendatangkan para investor masuk dan menawarkan nilai ekonomis kawasan tersebut untuk dapat mengeksplorasi dan mengolah sumber daya alam  di wilayah Indonesia bagian Timur.
            Pemerintah juga bisa melakukan identifikasi dan pemetaan lahan potensi untuk pembangunan kawasan industri di wilayah Timur. Pemerintah juga seharusnya lebih peka terhadap sektor-sektor yang sebenarnya bisa berpotensi lebih, misalnya sector-tradeable untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat di wilayah Timur.
            Dengan ini, jika pemerintah dapat mengeksplorasi dan dapat mengoptimalkan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang ada di wilayah indonesia timur maka perekonomian di wilayah indonesia timur akan sama berkembangnya dengan wilayah indonesia yang lain dan bahkan akan menjadi salah satu potensi wilayah yang dapat diandalkan oleh indonesia atas sumber daya alamnya.





1 komentar: