Fakultas : Ekonomi
Prodi : Pendidikan Ekonomi
Saat ini Indonesia
timur mempunyai masalah perekonomian yang kurang diperhatikan oleh
pemerintah.Pembangunan Indonesia bagian timur seharusnya perlu dikembangkan
agar bisa sebanding dengan wilayah Indonesia bagian barat. Perlu langkah
konkret pemerintah untuk mempercepat pertumbuhan Indonesia timur.
Galangan kapal di Indonesia
Timur sangat minim, seharusnya pemerintah memberikan insentif pajak agar dapat
menarik minat investor untuk membangun galangan kapal. Karena secara geografis,
moda transportasi di kawasan timur di Indonesia di dominasi oleh transportasi
laut.
Pelaku usaha di daerah timur
Indonesia rata-rata kesulitan memperoleh akses pembiayaan untuk pengembangan
bisnis. Karena itu, pelaku UMKM seharusnya bisa dikembangkan melalui dukungan
pelatihan dan pembiayaan dari pemerintah.
Pendidikan di Indonesia Timur
seharusnya bisa dinikmati secara layak oleh siswa-siswi disana, seperti halnya
di Jakarta. Kapankah anak Indonesia Timur menikmati pendidikan seperti halnya
anak Indonesia di bagian Barat baik dalam hal sarana prasarana ataupun guru
yang layak? Itu semua tergantung dari apa saja yang dilakukan pemerintah ke
depannya.
Pembangunan bidang kesehatan
juga menjadi prioritas di kawasan Indonesia timur karena kondisi disana masih
sangat mini. Penyediaan fasilitas kesehatan yang kurang memadai harusnya
menjadi perhatian dari pemerintah pusat dan juga membutuhkan peran dari
pemerintah daerah.
Kekayaan alam Indonesia Timur juga banyak dikeruk asing. Hal yang harus dilakukan pemerintah adalah dengan menaikkan pajak kepada pihak asing, agar mereka berhenti melakukan pertambangan dan kita bisa membeli kembali tanah yang seharusnya milik negara kita.
Kekayaan alam Indonesia Timur juga banyak dikeruk asing. Hal yang harus dilakukan pemerintah adalah dengan menaikkan pajak kepada pihak asing, agar mereka berhenti melakukan pertambangan dan kita bisa membeli kembali tanah yang seharusnya milik negara kita.
Rendahnya kualitas dan
kapasitas sumber daya manusia adalah permasalahan utama di kawasan Indonesia
Timur. Seharusnya untuk meningkatkan hal itu, diperlukan langkah-langkah
strategis yaitu diadakan pelatihan yang bernuansa kemandirian guna meningkatkan
kreativitas dan produktivitas masyarakat Indonesia Timur serta mampu memecahkan
permasalahan yang berkembang di daerahnya.
Indonesia timur perlu
reorientasi pembangunan industri yang bahan bakunya berasal dari kawasan
Indonesia Timur, sebagiannya dapat diproduksi di daerah itu juga, sehingga
diharapkan dapat menyerap tenaga kerja Indonesia Timur dan meningkatkan
efisiensi modal produksi.
Pemerintah harus mengadakan
upaya atau program terpadu yang mengkaitkan antara potensi yang dimiliki daerah
dengan para investor dan pencari kerja.
Upaya yang paling penting
adalah mengubah dan menyesuaikan sikap mental tenaga kerja di Indonesia Timur
agar mempunyai keterampilan dan etos kerja yang tinggi, profesional, yang pada
saatnya mereka mampu bersaing secara global.
Sering terjadi lepasnya
perhatian pemerintah pada potensi alam yang dimiliki kawasan Indonesia Timur,
karena fokus pengembangan bertumpu pada wilayah Jawa dan sekitarnya yang
merupakan pusat aktivitas bisnis.
Potensi wisata alam Indonesia
timur sangat bagus dan indah, karena itu perlu pembenahan infrastruktur dan
promosi yang terus menerus dalam hal meningkatkan wisatawan mancanegara ke
Indonesia. Indonesia
Timur cukup mendukung untuk menjadi pilihan wisata selain kawasan barat
Indonesia. Jika terjadi letusan gunung berapi di kawasan Indonesia bagian
barat, wisata di sekitar daerah Jawa akan terhambat, tapi Indonesia
bagian timur masih bisa membantu devisa negara atas potensi alam yang
dimilikinya. Sehingga perlu perhatian pemerintah untuk meningkatkan pemerataan
pembangunan.
Pemerintah seharusnya
menerbitkan peraturan pemerintah yang mendorong investor baru bergeser ke
Indonesia timur, sehingga tercipta pemerataan industri di wilayah Indonesia dan
investor tidak akan memilih pulau Jawa dan sekitarnya sebagai tujuan
investasinya.
Pada era otonomi dan dalam menghadapi era
perdagangan bebas nanti, IBT harus menerapkan suatu strategi pembangunan
ekonomi yang berkelanjutan yang mendorong pemanfaatan sebaik-baiknya semua
keunggulan–keunggulan yang dimiliki kawasan tersebut tanpa eksploitasi yang
berlebihan yang dapat merusak lingkungan. Dalam new development paradigm ini,
ada sejumlah langkah yang harus dilakukan, diantaranya sebagai berikut.:
1. Kualitas sumber daya manusia harus ditingkatkan secara merata di seluruh daerah di IBT. Peningkatan kualitas sumber daya manusia harus merupakan prioritas utama dalam kebijakan pembangunanekonomi dan sosial di IBT. Untuk maksud ini, kebijakan pendidikan, baik pada tingkat nasional maupun daerah, harus diarahkan pada penciptaan sumber daya manusia berkualitas tinggi sesuai kebutuhan setiap kawasan di Indonesia. IBT harus memiliki ahli-ahli khususnya dibidang kelautan, perhutanan, peternakan, pertambangan, industri, pertanian,dan perdagangan global.
2. Pembangunan sarana infrastuktur juga harus merupakan prioritas utama, termasuk pembangunan sentra-sentra industri dan pelabuhan-pelabuhan laut dan udara di wilayah-wilayah IBT yang berdasarkan nilai ekonomi memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi entreport.
3. Kegiatan-kegiatan ekonomi yang memiliki keunggulan komparatif berdasarkan kekayaan sumber daya alam yang ada harus dikembangkan seoptimal mungkin, di antaranya adalah sektor pertanian dan sektor industri manufaktur. Setiap daerah/provinsi IBT harus berspesialisasi dalam suatu kegiatan ekonomi yang sepenuhnya didasarkan pada keunggulan komparatif yang dimiliki oleh masing-masing daerah atau provinsi.
4. Pembangunan ekonomi di IBT harus dimonitori oleh industrialisasi yang dilandasi oleh keterkaitan produksi yang kuat antara industri manufaktur dan sektor-sektor primer, yakni pertanian dan pertambangan.
1. Kualitas sumber daya manusia harus ditingkatkan secara merata di seluruh daerah di IBT. Peningkatan kualitas sumber daya manusia harus merupakan prioritas utama dalam kebijakan pembangunanekonomi dan sosial di IBT. Untuk maksud ini, kebijakan pendidikan, baik pada tingkat nasional maupun daerah, harus diarahkan pada penciptaan sumber daya manusia berkualitas tinggi sesuai kebutuhan setiap kawasan di Indonesia. IBT harus memiliki ahli-ahli khususnya dibidang kelautan, perhutanan, peternakan, pertambangan, industri, pertanian,dan perdagangan global.
2. Pembangunan sarana infrastuktur juga harus merupakan prioritas utama, termasuk pembangunan sentra-sentra industri dan pelabuhan-pelabuhan laut dan udara di wilayah-wilayah IBT yang berdasarkan nilai ekonomi memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi entreport.
3. Kegiatan-kegiatan ekonomi yang memiliki keunggulan komparatif berdasarkan kekayaan sumber daya alam yang ada harus dikembangkan seoptimal mungkin, di antaranya adalah sektor pertanian dan sektor industri manufaktur. Setiap daerah/provinsi IBT harus berspesialisasi dalam suatu kegiatan ekonomi yang sepenuhnya didasarkan pada keunggulan komparatif yang dimiliki oleh masing-masing daerah atau provinsi.
4. Pembangunan ekonomi di IBT harus dimonitori oleh industrialisasi yang dilandasi oleh keterkaitan produksi yang kuat antara industri manufaktur dan sektor-sektor primer, yakni pertanian dan pertambangan.
Menurut saya peran pemerintah sudah sangat aktif
buktinya saja mereka sudah melaksanakan proyek Masterplan Percepatan Perluasan
Ekonomi Indonesia (MP3EI). Dalam MP3EI yang telah dilaunching pada 27 Mei
2011, yang menjadi kata kuncinya adalah konektivitas. Ini berarti sektor utama
yang terlibat di dalamnya adalah sektor kelautan, terutama untuk navigasi di
wilayah Indonesia bagian Timur. Perspektif baru pengembangan ekonomi ini melalui
penetapan pintu gerbang laut dan udara dan integitas konektivitas wilayah Timur
Indonesia. Hal tersebut diharapkan dapat mendorong perluasan ekonomi dan
mengurangi beban/daya tarik Pulau Jawa. MP3EI membagi pembangunan
Indonesia melalui 6 koridor ekonomi: Sumatera, Jawa, Kalimantan,
Bali-Nusa Tenggara, serta Papua-Maluku. MP3EI berupaya membangun pusat‐pusat pertumbuhan di setiap koridor, konektivitas
antar koridor ekonomi, konektivitas
internasional, konektivitas intra dan antarpusat
pertumbuhan, serta mempercepat peningkatan kemampuan
Sumber Daya Manusia (SDM) dan Ilmu
Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Strategi MP3EI adalah integrasi
antara sektoral dan regional, serta Integrasi tataran Makro dan Meso yaitu
berupa Regulasi, Insentif Perpajakan, Sistem Logistik, Hilirisasi Industri,
Perencanaan Energi dan Infrastruktur, pengembangan kualitas pendidikan/SDM,
kemampuan teknologi, dan lain-lain. MP3EI juga tidak selalu berlandaskan pada
isu yang dihadapi, tetapi juga sasaran yang hendak dicapai (bermula dari
akhir).
Pengoptimalan sumber daya alam yang ada di
wilayah Timur juga bisa diatasi dengan mendatangkan para investor masuk dan
menawarkan nilai ekonomis kawasan tersebut untuk dapat
mengeksplorasi dan mengolah sumber daya alam di wilayah Indonesia bagian
Timur.
Pemerintah juga bisa melakukan identifikasi dan pemetaan lahan potensi untuk
pembangunan kawasan industri di wilayah Timur. Pemerintah
juga seharusnya lebih peka terhadap sektor-sektor yang sebenarnya bisa
berpotensi lebih, misalnya sector-tradeable untuk
meningkatkan taraf hidup masyarakat di wilayah Timur.
Dengan ini, jika pemerintah dapat mengeksplorasi
dan dapat mengoptimalkan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang ada di
wilayah indonesia timur maka perekonomian di wilayah indonesia timur akan sama
berkembangnya dengan wilayah indonesia yang lain dan bahkan akan menjadi salah
satu potensi wilayah yang dapat diandalkan oleh indonesia atas sumber daya
alamnya.
Wah, keren. Ngopas dari mana?
BalasHapus